Rabu, 13 Januari 2016

Pengukur Tekanan Darah

Diposting oleh Ranie di 22.15

         Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang di dorong dengan tekanan dari jantung. Tekanan sistemik atau arteri darah, tekanan darah dalam system arteri tubuh adalah indicator yang baik tentang kesehatan kardiovaskular. Aliran darah mengalir pada system sirkulasi karena perubahan tekanan. Darah mengalir dari daerah yang tekanannya tinggi ke daerah yang tekanannya rendah. Kontraksi jantung mendorong darah dengan tekanan tinggi ke aorta. Puncak dari tekanan maksimum saat ejeksi terjadi adalah tekanan darah sistolik. Pada saat ventrikel relaks, darah yang tetap dalam arteri menimbulkan tekanan diastolic atau minimum. Tekanan distolik adalah tekanan minimal yang mendesak dinding arteri setiap waktu.
             Dalam perosesnya perubahan tekanan darah di pengaruhi oleh beberapa faktor:
1.Tolakan perifer
             Tolakan perifer merupakan system peredaaran darah yang memiliki system tekanan tertinggi (arteria) dan system tekanan terendah (pembuluh kapiler dan vena) di antara keduanya terdapat arteriola dan pembuluh otot yang sangat halus.
2.Gerakan memompa oleh jantung
Semakin banyak darah yang di pompa ke dalam arteria menyebabkan arteria akan lebih menggelembung dan mengakibatkan bertambahnya tekanan darah , demikian pula sebaliknya.
3.Volume darah
    Bertambahnya darah menyebabkan besarnya tekanan pada arteri.
4.Kekentalan darah
    Kekentalan atau viskositas ini tergantung pada perbandingan sel darah merah dengan plasma. Semakin kental darah menyebabkan semakin tinggi tekanan dan semakin banyak tenaga yang di perlukan.
     Nilai tekanan darah merupakan indikator untuk menilai system kardiovaskular bersamaan dengan pemeriksaan nadi. Pemeriksaan tekanan darah dapat diukur dengan dua metode, yaitu metode langsung: metode yang menggunakan kanula atau jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang dihubungkan dengan manometer. Metode ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan tekanan darah, tetapi memerlukan persyaratan dan keahlian khusus; metode tidak langsung: metode yang menggunakan sfig momanometer. Pengukuran tidak langsung ini menggunakan dua cara, yaitu palpasi yang mengukur tekanan sistolik dan auskultasi yang dapat mengukur tekanan sistolik dan diastolik dan cara ini memerlukan alat stetoskop.
Tujuan
Mengetahui nilai tekanan darah.
Alat dan bahan
1. Sfigmomanometer (tensimeter) yang terdiri dari:
Manometer air raska + klep penutup dan pembuka manset udara, slang karet. Pompa udara dari karet + sekrup pembuka dan penutup
2.Stetoskop
3.Buku catatan tanda vital
4.Pena
Prosedur kerja
Cara palpasi
1. Jelaskan prosedur pada klien.
2. cuci tangan.
3. Atur posisi pasien (manusia coba).
4. Letakkan Lengan yang hendak diukur pada posisi telentang.
5.Lengan baju di buka.
6.Pasang manset pada lengan kanan/kiri atas sekitar 3 cm di atas fossa
    Cubiti (jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar).
7. Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra/sinistra
8. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri radialis tidak
     Teraba
9. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mm Hg lebih tinggi dari
     Titik radialis tidak teraba.
10.Letakkan diafragma stetoskop di atas nadi brakhialis dan kempeskan  
      Balon udara manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan
      Memutar sekrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam.
11. Catat mm Hg manometer saat pertama kali denyut nadi teraba
       Kembali. Nilai ini menunjukkan tekanan sistolik secara palpasi.
12. Catat hasil.
13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
CARA AUSKULTASI
1. Jelaskan prosedur pada klien
2. Cuci tangan.
3. Atur posisi pasien (manusia coba)
4. Letakkan Lengan yang hendak diukur dalam posisi telentang.
5. Buka lengan baju.
6. Pasang manset pada lengan kanan/kiri atas sekitar 3 cm di atas fossa
     Cubiti (jangan terlalu ketat maupun terlalu longgar).
7. Tentukkan denyut nadi arteri radialis dekstra/sinistra.
8. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri radialis tidak
     Teraba.
9. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mm Hg dari titik radialis
     Tidak teraba.
10. Letakkan diafragma stetoskop diatas arteri brakhialis dan dengarkan
11. Kempeskan balon udara manset secara perlahan dan
       Berkesinambungan dengan memutar sekrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam.
   12. Catat tinggi air raksa manometer saat pertama kali terdengar
          Kembali denyut.
   13. Catat tinggi air raksa pada manometer:
          Suara Korotkoff I: menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara
          Auskultasi.
          Suara Korotkoff menunjukkan besarnya tekanan diastolik secara
          Auskultasi.
  14. Catat hasilnya pada catatan pasien.
  15. Cici tangan setelah prosedur dilakukan  







Daftar Pustaka: Carroli G, Rooney C, Villar  J, How effective is Antenatal care in preventing maternal mortality and serious morbidity?  An overview of the evidence. Paediart perinat Epidemol 2001; 15 (Suppl. 1): 1-42.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Artikel Keperawatan © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor